: Melihat bentuk kata dan kemampuannya untuk bergabung dengan afiks (imbuhan).
“Following Kridalaksana (2007), word classes are determined not by semantic notions alone but by morphological potential (e.g., ability to receive affixes) and syntactic distribution (e.g., position relative to negation atau ‘not’). This study adopts his distinction between (lexical: verbs, nouns, adjectives) and kata sinremantis (functional: prepositions, conjunctions, particles).”
Di balik nama besarnya, terdapat seorang intelektual dengan disiplin luar biasa. Sepanjang karirnya sejak 1961, Kridalaksana tidak hanya menulis Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia , tetapi juga menyusun dan Kamus Sinonim Bahasa Indonesia yang menjadi rujukan wajib di meja kerja para peneliti bahasa. Keilmuannya yang mendalam serta kontribusinya yang monumental menjadikannya salah satu arsitek utama tata bahasa Indonesia modern, dan warisannya akan terus hidup melalui setiap halaman buku-bukunya yang dibaca oleh generasi mendatang.
Kata yang menjelaskan sifat, watak, atau keadaan nomina. Contoh: pintar, tinggi, indah, cepat .
Memudahkan pencarian istilah teknis melalui fitur search . : Melihat bentuk kata dan kemampuannya untuk bergabung
: Menghubungkan nomina dengan bagian kalimat lain (contoh: di , ke , dari ).
Situs seperti dan WorldCat membantu Anda menemukan perpustakaan terdekat yang memiliki buku ini.
Berlandaskan kriteria tersebut, Kridalaksana membagi kata ke dalam beberapa kelas utama. Yang pertama adalah , yang memiliki arti perbuatan atau keadaan dan dalam bahasa Indonesia sering ditandai oleh afiksasi (imbuhan) seperti me- , di- , atau ber- . Kedua adalah Nomina (Kata Benda) , yang memiliki arti nama benda, tidak memiliki arti perbuatan, dan dalam bahasa Indonesia dapat diikuti oleh kata ini atau itu serta dapat diawali kata bilangan. Ketiga adalah Adjektiva (Kata Sifat) , yang memiliki makna sifat atau keadaan, serta dapat diingkarkan oleh kata tidak .
Nomina merujuk pada nama orang, tempat, benda, atau gagasan abstrak. Nomina cenderung berfungsi sebagai subjek atau objek. Meja, pikiran, Jakarta, dosen. Ciri: Dapat diikuti oleh kata sifat (adjektiva). 3. Pronomina (Kata Ganti) Contoh: pintar, tinggi, indah, cepat
Pengelompokan kata atau kelas kata merupakan fondasi utama dalam memahami tata bahasa Indonesia. Salah satu rujukan paling otoritatif dalam bidang ini adalah pemikiran Prof. Dr. Harimurti Kridalaksana, seorang tokoh linguistik terkemuka di Indonesia. Karya-karyanya sering menjadi standar akademis bagi pelajar, mahasiswa, maupun peneliti.
Words referring to people, places, or objects. Pronomina (Pronouns): Words used as substitutes for nouns. Numeralia (Numerals): Words indicating quantity or order.
: Untuk mendapatkan versi PDF, disarankan mengakses melalui situs resmi penerbit atau layanan repositori akademis untuk menghindari pelanggaran hak cipta.
If you need a more specific analysis, like a comparison between and Alwi's 5 classes , I can provide that. berlari . Beyond the classification itself
Kata yang menyatakan perbuatan, tindakan, proses, atau keadaan. Contoh: makan, duduk, pergi, berlari .
Beyond the classification itself, Kridalaksana introduced another critical analytical tool: the division of these 13 classes into (kelas kata terbuka) and "closed" (kelas kata tertutup) categories.
Di antara para ahli bahasa Indonesia, Harimurti Kridalaksana adalah figur sentral yang memberikan kontribusi masif melalui buku monumental seperti "Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia" (Gramedia Pustaka Utama). Pemikiran beliau menjadi rujukan wajib bagi mahasiswa, peneliti, guru, dan praktisi bahasa. Artikel ini akan mengupas tuntas klasifikasi kata versi Harimurti Kridalaksana serta bagaimana materi ini diaplikasikan dan diakses dalam format PDF untuk mendukung kerja ilmiah (academic work). Paradigma Klasifikasi Kata Harimurti Kridalaksana
Certificazioni digitali
per docenti valide in graduatoria
Vuoi migliorare il tuo posizionamento nelle GraduatorieProvinciali per le Supplenze (GPS) 2026-2028? Le certificazioni informatiche AICA possono fare la differenza.

Certifica le tue competenze digitali di docente
La certificazione AICA DigCompEdu attesta il livello di competenza nelle 6 aree del framework europeo delle competenze digitali degli educatori.

I Test di Conformità e l'esame Digcomp 2.2
La certificazione AICA “DigComp 2.2 per utente qualificato di computer”, accreditata da Accredia, può essere utilizzata in Bandi e Concorsi pubblici come Certificazione Internazionale di Alfabetizzazione Digitale (CIAD).
